Indonesia menolak permintaan bersenjata pada pembicaraan kemerdekaan Papua - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » » Indonesia menolak permintaan bersenjata pada pembicaraan kemerdekaan Papua

Indonesia menolak permintaan bersenjata pada pembicaraan kemerdekaan Papua

Written By Admin on Thursday, December 13, 2018 | 6:38 AM





Jayapura, Psnews - Pemerintah Indonesia pada hari Selasa menolak permintaan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), di provinsi Papua yang bergolak di negara itu untuk mengadakan negosiasi tentang penentuan nasib sendiri wilayah itu, menyusul serangan 2 Desember di sebuah lokasi konstruksi yang menewaskan sedikitnya 17 orang tewas.

Sebuah pemberontakan telah mendidih di Papua sejak awal 1960-an, ketika Indonesia mencaplok wilayah yang merupakan bekas koloni Belanda. Ini secara resmi dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969 setelah pemungutan suara yang disponsori oleh PBB yang dianggap sebagai tipuan oleh banyak orang.

Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Gerakan Papua Merdeka, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon Jumat lalu bahwa serangan terhadap situs konstruksi pemerintah dilakukan karena kelompok tersebut yakin proyek tersebut sedang dilakukan oleh militer.

Dia meminta pemerintah untuk menyetujui pembicaraan damai yang serupa dengan yang mengarah ke provinsi lain, Aceh, menjadi semiotonom, atau "referendum nyata" tentang kemerdekaan, seperti yang terjadi di wilayah Indonesia sebelumnya di Timor Timur.

Wiranto, menteri koordinator Indonesia untuk masalah politik, hukum dan keamanan, mengatakan pada konferensi pers di ibukota, Jakarta, bahwa pemerintah tidak akan membuka pembicaraan dengan kelompok bersenjata, yang katanya mencoba menanamkan rasa takut ke orang-orang.

"Kami tidak akan berbicara dengan penjahat," kata Wiranto, yang pergi dengan satu nama.

Pasukan keamanan telah mengambil mayat 17 pekerja yang disewa untuk membangun jembatan di satu bagian jalan trans-Papua, kata jurubicara militer provinsi Papua Kolonel Muhammad Aidi. Seorang tentara di pos militer dekat lokasi itu juga tewas.

Mereka telah menyelamatkan 27 orang, termasuk tujuh pekerja, dan sedang mencari empat orang lagi dengan luka tusukan yang masih hilang. Aidi mengatakan kubu pemberontak di distrik Nduga menyerang sebuah pos militer yang dibangun kembali hari Selasa di distrik yang sama, melukai dua tentara dalam tembak-menembak.

Kepala polisi nasional Tito Karnavian memperkirakan kekuatan kelompok bersenjata di distrik itu pada tidak lebih dari 50 orang dengan sekitar 20 senjata, dan mengatakan lebih dari 150 polisi dan tentara telah dikirim untuk memburu para pelaku.

Lebih dari 1.500 penduduk desa di desa Mbua, Yall dan Yigi telah melarikan diri ke hutan karena pertempuran, yang menurut saksi telah meningkat di distrik pegunungan sejak pekan lalu dan menewaskan sedikitnya empat warga sipil.

Seorang pendeta Kristen dari gereja Kingmi, Benny Giay, mengatakan dua dari empat pria itu adalah anggota majelis gereja. Mereka dibunuh di dalam gereja oleh pasukan keamanan selama proses evakuasi mayat pekerja dan penyintas di desa Mbua dan Yigi antara 4 dan 5 Desember, katanya. Empat warga desa lainnya dilaporkan terluka.

Giay mengatakan penduduk desa yang melarikan diri ke hutan pegunungan berada dalam bahaya sakit karena kedinginan dan kelaparan.

"Semua korban itu tidak suka berkelahi," katanya. "Kami mendesak semua pihak untuk menahan karena warga sipil yang tidak bersalah akan menjadi korban dalam konflik bersenjata ini."

Dalam sebuah wawancara telepon dengan The Associated Press Jumat lalu, Sambom, yang mengklaim bahwa para pemberontak memiliki 29 perintah wilayah operasional di Papua, masing-masing dengan 2.500 anggota, berjanji untuk mengintensifkan perjuangan kemerdekaan dengan serangan-serangan gerilya bergerilya.



Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template