Penembakan yang Ironis di Nduga, Papua aman tanpa aparat? - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » » Penembakan yang Ironis di Nduga, Papua aman tanpa aparat?

Penembakan yang Ironis di Nduga, Papua aman tanpa aparat?

Written By Admin on Sunday, December 9, 2018 | 11:19 AM





Tidak mungkin OPM menembak buruh bangunan sampai 30an orang.Pasti ada ceritanya. Sejak thn 1970an Rakyat  terpencil di Papua ataupun TPN OPM  membutuhkan guru ataupun tukang non Papua. Sudah terbukti puluhan tahun guru-guru dan tukang dari Toraja, flores, ambon, batak dan jawa hidup aman di pegunungan Meepago sampai Lapago di sana. 

Para petugas non Papua ini sejak tahun 1970  biasa jalan kaki sendirian dari pos-pos ke wamena  atau ke mulia, ilaga dan enaro dengan aman-aman saja. malahan terkadang mmereka dapat ole-ole dr oanrg kampung. Jasa-jasa mereka tiada duanya. Banyak org gunung sukses karena  guru-guru biak, serui, ambon, flores, toraja, jawa, batak dlan lainnya. Tak bisa dipungkiri akan hal itu. Hidup seperti kaka beradik, ale rasa beta rasa.  Kepada mereka jangankan tembak, bermusuhan saja rasanya tidak mungkin. 

Tapi semua itu berubah di akhir tahun 2000an,  berubah ketika ada kehadiran Aparat Keamanan  bersenjata di daerah gunung.  Orang amber (Pendatang) yang dulunya  dipandang sebagai Sang guru  oleh orang gunung justru digugurkan oleh saudaranya Aparat keamanan  brutal yang datang belakangan ke gunung. 

Aparat dtg  terasa menghancurkan pandangan orang gunung yang polos terhadap orang amber yang duluhnya dipandang sebagai sang guru dan sang pembuka cakrawala. Tentara datang seakan hancurkan hubungan baik dengan amber yang lama terbangun itu. 

Cerita Nduga lain lagi.. selain Aparat dinilai brutal, akhir-akhir ini, TNI mulai menjadi kontraktor pembangunan jalan trans Papua di sana. Pembangunan Jalan ke Nduga dengan alasan keamanan dikerjakan oleh aparat TNI. Memang banyak juga kontraktor biasa  tapi karena tidak merakyat  ada yang akhirnya juga gunakan tenaga aparat keamanan sebagai pekerja atau pengamanan di lapangan. Dalam keadaan ini jelas OPM sulit bedakan mana buruh benaran dan mana tentara  yang menyamar sebagai buruh. 

Rakyat  memamg sudah lama trauma dengan orang yang namanya tentara dan aparat bersenjata. Ketika rakyat  makin cerdas, juga memoria passionis menumpuk di alam bawa sadar. Jangankan ada orang non Papua yang foto ke arah rakyat, dipandang lama-lama  saja dikira orng itu aparat yang menyamar atau tukang yang jadi mata-mata TNI. Muncul was-was,  Pasti hasil dari mata-mata itu,  Kemudian TNI akan segera datang serang.

Efek dari penyamaran seperti ini, rakyat yang sering dapat operasi militer mudah curiga dan was-was. Curiga bukan ke TNI dan POLRi saja tapi juga ke  guru-guru, tukang  dan PNS non Papua di daerah pemekaran. Golongan abdi masyarakat yang dulunya aman2 saja kini  jadi was-was dan mudah dicurigai sebai kaki tangan Aparat.

Kehadiran Tentara seolah merampas keamanan hakiki yang pernah ada di hutan belantara Papua. Solusi yang terbaik bukanlah kejar KKB atau OPM tapi, Sebaiknya  tentara angkat kaki dari nduga, biarkan guru, tukang-tukang dan mantri non Papua berkeja seperti sedia kalah. Nduga akan  aman tanpa tentara.

 Selanjutanya aparat keamanan berhenti jadi kontraktor atau jaga-jaga di proyek. Nanti banyak yang salah sangka. Yang tukang nanti dikira tentara, apakagi tukang yang baru tiba dan belum paham sikon masyarakat.  Mereka bisa jadi korban  mati bodok-bodok.  Kita mau Papua ini tanah damai. Allah akan selalu beri Rejeki yang lebih tanpa harus jadi kontraktor. Kembalilah ke habitatnya. 


Tulisan Pa Yan Ukago, ST,. MT

Awi jr, negeri yali, 4 des 2018.
Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template