TPNPB Makodap III Nduga tanggung Jawab terhadap penyerangan pekerja Jembatan - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » » TPNPB Makodap III Nduga tanggung Jawab terhadap penyerangan pekerja Jembatan

TPNPB Makodap III Nduga tanggung Jawab terhadap penyerangan pekerja Jembatan

Written By Admin on Wednesday, December 5, 2018 | 2:26 AM

Ilustrasi




Jayapura, psmnews - Komandan Operasi Daerah Ppaua (KODAP) III Nduga, West Papua, Egianus Kogeya, nyatakan siap bertanggung jawab, atas serangan terhadap para pekerja jembatan, di Kali Aworak, Kali Yigi dan, Pos TNI Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua di Indonesia.

"Penyerang kami adalah anggota Tentara Nasional Indonesia (SIPUR)  Bukan Warga Sipil Mereka" dikutib di akun Facebook, Tpnpbnews.

Panglima Daerah Tentara Pembebasan Nasional Papaua Barat (TPNPB) Makodap III Ndugama Egianus Kogeya menyatakan Bertanggung Jawab Terhadap atas Penyerangan SIPUR Pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi dan Pos TNI Distrik Mbua melalui komandan operasinya. 

Sejak tanggal 2 Desember 2018 di bawa pimpian Komandan operasi Pemne Kogeya telah lakukan oprasi di kali Aworak, Kali Yigi dengan sasaran operasi Anggota SIPUR Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua.

Ketika di hubungi Tuan Egianus Kogeya Melalui Komandan Oprasinya Pemne Kogeya menyatakan “ Ya benar Oprasi di Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua kami yang lakukan dan kami siap bertanggung jawab Penyerangan ini”, ungkapnya dikutib TPNPBNEWS

Serangan yang menewaskan 24 orang dipimpin, di bawa pimpinan Panglima Daerah Makodap III Ndugama Egianus Kogeya dan komandan Oprasi Pemne Kogeya.

Tentara TPNPB - OPM
TPNPB KODAP III Ndugama telah lama identifikasi terhadap pekerja jalan sebelum serangan terjadi. Pemne Kogeya selaku komandan operasi KODAP III Ndugama.

“Lebih dari tiga bulan kami lalukan pamantauan dan patroli terhadap pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi dan Pos Mbua, kami sudah secara lengkap mempelajari pada pekerja di kali Aworak, Kali Yigi dan  Pos TNI Distrik Mbua adalah satu kesatuan. Pos Mbua adalah pos Resmi sebagai Pos control dan yang bekerja di Kali Aworak, Kali Yigi adalah murni Anggota TNI (SIPUR)” jelasnya Komandan Operasi.

Lanjut dia “Karena kami tahu bahwa yang berkerja selama ini untuk jalan Trans dan Jembatan-Jembatan yang ada sepanjang Jalan Habema Juguru Kenyam Batas Batu adalah murni Anggota TNI (SIPUR)”.

Menurutnya tidak salah sasaran serangan yang menewasakan puluhan pekerja jalan. Membenarkan pernyataan komandan operasi ini sebagaimana dilansir metro tv pada 2016.

“Metrotvnews.com, Nduga: Prajurit Satgas Pembangunan Jalan Trans Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP 1) mengoperasikan alat berat di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (23/3/2016). TNI AD melakukan pembangunan dan peningkatan jalan Wamena-Mumugu sejauh 278 km yang diharapkan mampu meningkatkan aspek kesejahteraan sosial, ekonomi, pendidikan hingga kesehatan khususnya masyarakat pedalaman Papua”. Sumber metrotvnews.com

Ekianus awalnya Komandan operasi dan sesuai ia menjadi Panglima Daerah di wilayah itu, dan Pemne Kogeya menjadi Komandan Operasi, dan ia telah menegaskan serangan yang dilakukannya adalah pada sasaran pada Militer.

“Sasaran serangan kami tidak salah kami tahu mana Pekerja Sipil atau Tukang Biasa dan Mana Pekerja Anggota TNI (SIPUR). Walaupun mereka berpakaian sipil atau preman. Kami juga siap bertanggung jawab terhadap penyerangan POS TNI Distrik Mbua”. Ungkap Pemne Kogeya.

Pelaku serangan di Nduga perlawanan dan penyerangan adalah TPNPB Makodap III Ndugama bukan Warga Sipil, pimpinan sampai anggota TPNPB Komando Nasional punya Kode Etik perang Refolusi. 

"Tidak akan berperang melawan warga sipil yang tidak seimbang dan sepadan,".

Untuk itu komandan oeprasi TPNPB kodap III Ndugama berharap kepada TNI dan Polri yang memasuki medan perang.

“kami himbau kepada pihak TNI dan Polri Kolonial Indonesia bahwa berperanglah secara genteleman dan bertanggung jawab menjunjung Ting Hukum Humanisme Internasional. Pisahkan mana basis rakyat Sipil, Mana Basis dan Wilayah Perang. Jangan seperti hari ini yang sangat brutal serang sembarangan tempat dengan mengunakan bom peledak dalam kapasitas besar,”. 

Harapan, dia TNI Polri hanya bisa berhadapan dengan TPNPB, bersama-sama lindungi warga sipil setempat.(*)


Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template