Mahasiswa Papua di Makassar nyalakan 100 lilin untuk Nduga, Puncak Jaya, Timika - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » , » Mahasiswa Papua di Makassar nyalakan 100 lilin untuk Nduga, Puncak Jaya, Timika

Mahasiswa Papua di Makassar nyalakan 100 lilin untuk Nduga, Puncak Jaya, Timika

Written By Admin on Sunday, January 13, 2019 | 9:31 PM

 
Mahasiswa Papua di Makassar sesudah Nyalakan 100 Lilin untuk Nduga, Puncak Jaya, Timika dan daerah Papua lainnya - Pmsnews.org


Jayapura, - Mahasiswa Papua yang kuliah di kota Studi Makassar menyalahkan 100 lilin untuk Nduga, Timika, Puncak Jaya dan di daerah Papua lainnya yang terus terjadi pelanggaran Hak Asasi  Manusia (HAM), dilaksanakan di Asrama Kamasan Cendrawasih IV Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Gegiatan Nyalakan 100 Lilin yang kami lakukan ini, sebab kami melihat sampai detik ini Papua darurat kemanusiaan, terutama Nduga, Punjak Jaya dan Timika bahakan dari Sorong sampai samarai,” kata Penangung Jawab aksi 100 lilin untuk Papua, Jemis Tabuni, Minggu (13/01/2019) melalui pesan Elektronik.

Ia menjelaskan, Dalam kegiatan ini kami adakan berupa Doa, Puisi, dan Menanyi. Selama kegiatan ini berlangsung dari awal sampai selesainya semua berjalan aman,  nyaman dan tentram, sesuai dengan harapan kami semuanya.

“Kenapa kami adakan kegiatan ini? Karena Kapitalis,  Klonialis dan Militerisme Indonesia sedang lakukan tindakaan Membunuh, Menindas, Memerkosa, Merampas dan melanggar Hak Sipil rakyat Papua diatas tanah dan kekayaan kami sendiri.  Maka detik ini kami sangat sakit dan merasa dirugikan atas semuanya kejadian ditana Papua,” kata Tabuni. 

Sementara itu Menurut Badaki Bomaoibo  bahwa, Mahasiswa dan Generasi penerus Papua tidak bisa diam atas kejadian ini. Oleh karena itu, kami dari mahasiswa papua kota studi Makassar terus dorong penentuan nasib sendiri bagi Bangsa Papua Barat. 

Karena, Tuhan sudah tetapkan di daerah dan asalnya untuk beranak cucu dan berkembang seperti daerah lain di Dunia, seperti  orang Amerika hak untuk bertindak di Amerika, orang Belanda hak untuk bertindak di Belanda,  orang Indonesia hak untuk bertindak dan hidup di dari Sabang sampai Amboena. Orang Asli Papua, hak untuk bertindak dan hidup atas tanah kkami sendiri.

“Maka, Satu tungku dalam satu HONAI atau HAMEWA, Selamatkan Manusia dan alam Papua,”

“ Untuk mengakhiri semua pelanggaran dan Penendasan terhadpan orang Papua yang dilakukan oleh Indonesia ini, Perlunya perjuangan penentuan nasib sendiri bagi bangsa papua barat ini Solusi untuk mengakhir semua pelanggaran ditanah Papua. Perjuangan tidak akan datang dari orang lain, PBB tetapi untuk mengakhiri semua ini orang Papua sendiri,” katanya.

Namun disini kami tak lupa untuk sarankan kepada kepada kawan -  kawan bahwa, khususnya dari bangsa Papua Barat jangan membeda - bedakan ko dari gunung dan pante tetapi tanamkanlah dalam diri kita masing - masing bahwa kami adalah satu, bukan dua lagi itu pentin.(*)


Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template