Mahasiswa baru di Manado dibekali Sejarah Kemerdekaan Papua - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » » Mahasiswa baru di Manado dibekali Sejarah Kemerdekaan Papua

Mahasiswa baru di Manado dibekali Sejarah Kemerdekaan Papua

Written By Admin on Sunday, August 26, 2018 | 9:38 AM


Para Mahasiswa dari Organisasi IMIPA Cabang Tondano saat angkat tangan kiri (Lawan) di materi sejarah Kemerdekaan Papua yang diberikan oleh KNPB Konsulat Indonesia -PL

Jayapura, Psmnews – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat memberikan pembekalan Materi Sejarah Kemerdekan Negara West Papua sejak tahun 1961 hinga perkembangan perjuangan tahun 2018 kepada 114 Mahasiswa baru yang kuliah di Universitas Negeri Manado asal Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) Cabang Tondano, pada Sabtu (25/8/2018) di Manado.

Dalam Pemberian Materi history of country West Papua itu dibawakan oleh Hsikia Meage dan Chiko Wanena kepada Mahsiswa Baru yang diselenggarakan di Aula Asrama Mahasiswa Papua, di Tataraan II, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami sudah memberikan Histori, Pemerintah Belanda memberikan kemerdekaan Bangsa Papua  di wilayah Papua Barat tahun 1961-2018 ini, dan Praktek Pemerintahan Indonesia sejak erah Soekarno sampai dangan Jokowi di Papua sudah kami berikan,” kata Hiskia.

Dalam memberikan materi itu ditegaskan, Sejak tahun 1960 Negara Papua Papua sudah masuk dalam dekonlonisasi PBB. Pada 1961 Pemerintah Belanda memberikan kemerdekaan Bangsa Papua namun di dalam negeri Indonesia secar sepihak mengagalkan Kemerdekaan Republik West Papua melalui Tiga Komando Rakyat (Trikora) tanggal 19 Desember 1961 setelah 18 hari dilaksanakan Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat Pada tanggal 01 Desember 1961. Penentuan pendapat rakyat (Pepera) juga tidak sesuai prosedur (gagal) karena tidak sesuai mekanisme. Maka dari itu perjuangan Papua Merdeka terus berlanjut sampai dengan tahun 2018 ini. Karena Pepera 1961 adalah cacat hukum dari 800 ribuan orang Ppaua yang dipilih hanya memilih oleh 1.102 orang Papua.

Menjalelaskan, Dengan diberikannya materi itu, bagaimana Mahasiswa Papua bisa tahu jati diri dan melakukan perjuangan secara utuh, “Kita bisa berjuang melalui Pendidikan, Ekoonomi, Kesehatan, Organisasi Sosial dan organisasi Politik dan Mahaasiswa baru bagaimana mengenal jati diri bahwa saya ini siapa? “Kita adalah bangsa melanesia, kita adalah Papua dan orang Papua ditetapkan oleh Allah diatas negeri Papua itu sendiri serta mengatur nasibnya sendiri,”kata Hiskia. 

Menurutnya, Kita memberikan materi secara terbuka, ada juga saudara-saudara kita (Non Papua) juga ikut dan kita adalah Papua maka kita memberikan materi terbuka, “Kita tidak diberikan kepada ko (anda) orang Papua atau ko orang Indonesia tetapi bagaiamana kita mendengar sejarah Papua itu bersama-sama dan diketahui,” kata Ketua Umum KNPB Konsulat ini.

Hiskia mengharapkan, dengan memberikannya materi itu, Mahasiswa Baru bisa diperjungankan dari semua sisi yakni, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Politik dan lainnya, tetapi ujungnya bagaimana supaya bisa mengenal jati diri, “Setelah mengenal jati diri atau identitasnya pasti perjuangan itu akan muncul sendiri,” katanya. 
“Tadikan semua peserta sudah angkat tangan kiri (Lawan) dan kita akan lawan bersama, dan sudah sama-sama sampaikan Papua Merdeka. Karena perjuangan Papua Merdeka bukan lagi baru, perjuangan kami terbuka dan berjuang dalam Kota,”ujarnya.

Sementara itu, Chiko Wanena dalam materi lajutan sampaikan, Aturan dalam pelaksanaan Penentuan pendapat rakyat (Pepera) juga tidak sesuai, ini berarti penentuan nasib sendiri harus dilakukan oleh setiap orang dewasa Papua pria dan wanita yang merupakan penduduk Papua asli pada saat itu dalam penandatanganan New York Agreement. Namun hal itu tidak dilaksanakan, "Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969 dilaksanakan  dengan cara lokal Indonesia, yaitu musyawarah oleh 1025 orang dari total 600.000 orang dewasa laki-laki dan perempuan. Sedangkan dari 1025 orang yang dipilih untuk memilih saat Itu adalah tidak sesuai," katanya Chiko.

Bahkan, Chiko juga sampaikan terima kasih kepada Panitia yang sudah memberikan kesempatan kepada kami, sehingga materinya bisa diberikan dan semuanya berjalan baik. itu pertama kali di Tondano Provinsi Sulawesi Utara, tetapi diharapkan kedepannya agar terus diberikan kesempatan untuk diberikan materi dan kedepan KNPB Konsulat akan membawakan materi yang sama kepada Provinsi lain di Wilayah kerja KNPB Konsulat Indonesia karena mereka sudah ada menghubungi kami.

Ketua Panitia Weranggen Jigibalom mengatakan, Kegiatan Peneriaman itu ada 5 materi yang diberikan, dan dari lima materi itu empat materi kebutuhan organisasi dan satu materi yang dibawakan oleh KNPB Konsulat adalah kebutuhan Politik West Papua, “Tujuan agar kuliah juga tapi ideologi ini sangat penting. Karena setelah kuliah kita akan pulang dan diperjuangkan semua sisi seperti mater tadi. Idelogi Papua sangat penting dan melalui materi seperti itu terus mengingatkan kita kembali sebagai generasi penerus Papua untuk diperjuangkan, Sebab kita adalah utusan Masyarakat Papua dan utusan Gereja datang kuliah,” kata Weranggen.(*)

Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template