Aktivis Papua Merdeka Markus Yenu diteror diduga oknum anggota - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » » Aktivis Papua Merdeka Markus Yenu diteror diduga oknum anggota

Aktivis Papua Merdeka Markus Yenu diteror diduga oknum anggota

Written By Papuani on Saturday, September 8, 2018 | 4:04 AM

Markus Yenu Kiri sedang koordinasi dengan Oknum anggota



Portmoresby, Psmnews - Teror yang terus dialami oleh para aktivis Papua dalam perjuangan Kemerdekaan Papua untuk memisahkan diri dari Negera Indonesia ini dialami para aktivis dalam perjuangan. 

Kini dialami oleh pemimpin politik Papua Barat Merdeka, Markus Yenu dan keluarganya.  "Kami kembali mendapat teror melalui telepon diduga anggota. Teror tersebut terjadi pada, (Rabu/5 September 2018) Pukul 01:30 WP," katanya kepada Madia ini dari pesan terpisah pada Sabtu (7/9/2018).
Rekan perjuangan yang tak ingin menyebutkan namanya mengatakan bahwa anak perempuan dari Yenu yang bernama Vani Caca Yenu (16) meninggal akibat kecelakaan. Padahal, Vani anaknya itu, ada dirumah seorang temannya dan, keadaannya baik-baik saja. Tidak mengalami kecelakaan seperti yang diinformasikan.

“Iya benar ! Orang yang telfon bilang anak saya Vani Caca meninggal dapat tabrak dengan mobil. Tapi saya tanya dimana dan dengan siapa, tidak dikasih tahu.” Kata Yenu, membenarkan konfirmasi dari media ketika mendapat pesan tertulis dari Marko Koromath, Aktivis WPNA di Manokwari melalui masager yang dikirim siang tadi, (Jumat/7/9).

Markus Yenu menduga bahwa apa yang dialaminya adalah teror terhadap dirinya dan keluarga. Juga disinyalir sebagai rencana pembunuhan terhadap dirinya, seperti beberapa aktivis Papua merdeka yang dibohongi hingga keluar dari rumah atau tempat tinggalnya lalu dibunuh.

“Ini teror mental buat saya dan keluarga. Tetapi juga bisa rencana pembunuhan diluar rumah. Karena saya ditelpon sekitar jam setengah dua malam, tapi tidak langsung keluar rumah untuk cari. Namun menghubungi beberapa teman terlebih dahulu. Lalu kita sama-sama cari anak saya, vani yang ternyata ada di rumah seorang temannya dengan keadaan baik. Tidak seperti yang diberitahukan” Bilang Markus.

Apa yang dikatakannya sebagai teror kepada keluarga serta rencana pembunuhan terhadap dirinya. Tidak bisa dianggap sebagai isapan jempol belaka. Sebab menurut pa Gub, panggilan yang menunjukan jabatannya sebagai pemimipin politik Papua merdeka diwilayah Doberay. Bahwa dua hari sebelum ia ditelpon. Ada seorang kerabat jauhnya yang tidak sudi namanya atau inisialya dituliskan karena berprofesi sebagai anggota kepolisian yang bertugas di Kepolisian Daerah Papua Barat (Polda Papua Barat). Mengingatkannya untuk berhati-hati sebebab dirinya telah dijadikan sebagai DPO yang harus dieksekusi mati.

“Ini kecurigaan saya. Kalau ada rencana dari negara yang saya lawan untuk bunuh saya. Karena sehari sebelum kejadian ini terjadi, saya diberitahukan sama seorang anggota Polisi di Polda Papua Barat. Anggota tersebut adalah famili jauh saya. Bahwa saya dijadikan target dalam satu operasi semacam operasi tumpas ditahun enam puluhan. Jadi dia mengingatkan saya untuk hati-hati dalam beraktivitas”

Terkait dengan telpon gelap tersebut, Marthen Manggaprouw selaku Sekertaris Jendral WPNA (West Papua National Authority) ketika ditanya pun membenarkan hal itu. Bahwa apa yang dialami Markus Yenu itu, sebenarnya bukan hal yang baru. Tetapi sudah beberapa kali terjadi dengan motif yang berbeda-beda, dengan memberikan satu contoh teror yang pernah dialami koleganya itu.

“Ini bukan teror yang pertama, tapi sudah sering kali. Bahkan tahun lalu foto Pa Yenu dicetak hitam putih lalu ditempel di pusat keramaian di Manokwari dengan tulisan di foto [DPO tembak ditempat]” katanya.

Ditambahkan oleh Marthen. Bahwa teror bukan saja terhadap kolega-koleganya di WPNA, tapi juga terhadap setiap aktivis perjuangan Papua merdeka yang dianggap memiliki pengaruh politik yang membahayakan kedaulatan NKRI di Papua. Sehingga dirinya mengingatkan setiap aktivis yang telah menjadi figur publik bagi rakyat Papua yang ingin merdeka, termaksud kawan seorganisasinya, Markus Yenu untuk berhati-berhati dalam beraktivitas. Terutama para polisi atau pun tentara yang berseragam “preman”. Karena mereka pasti akan bertindak seperti preman di pasar-pasar.

“Setiap aktivis Papua merdeka, termaksud Pa Yenu yang secara politik membahayakan kedaulatan pasti diteror. Bahkan akan dibunuh. Jadi untuk itu, saya sarankan kepada figur-figur politik Papua merdeka untuk berhati-hati dalam beraktivitas. Terutama terhadap mereka yang berseragam preman. Karena mereka pasti akan bertindak seperti preman juga. Main tembak ditempat atau bunuh” Tamba Marthen.(*)
Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template