penangkapan di Papua hal biasa tetapi aparat indonesia belum menyadari hal ini - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » , , » penangkapan di Papua hal biasa tetapi aparat indonesia belum menyadari hal ini

penangkapan di Papua hal biasa tetapi aparat indonesia belum menyadari hal ini

Written By Admin on Sunday, September 9, 2018 | 12:26 PM

Penangkapan di Papua pada 8 September 2018




Jayapura, Psmnews – Pemerhati hak asasi Manusi (HAM) di Papua, Theo Hesegem menegaskan, dengan dilakukannya tindakan Penangkawan, Penahanan oleh Negara Indonesia melalui aparat dan pemerintah indonesia  terhadap orang asli  papua dianggap hal yang biasa.

“Aparat dan Pemerintah Indonesia perlu ingat bahwa penangkapan - penangkapan yang  terjadi terhadap masyarakat pro Papua Merdeka itu naik kelas di lebel Internasional,”kata Theo pada Minggu (9/9/2018).

Menurut aparat penegak hukum penangkapan yang berulang kali terjadi selama ini di Papua hal yang biasa, karena di tuduh Makar, sehingga masyarakat  Papua yang hendak menyampaikan pendapat selalu di tangkap dan di tahan lalu di adili.

“Tetapi saya dengan jujur harus sampaikan disini bahwa penangkapan penangkapan yang terjadi di Papua memberikan legitimasi politik untuk mempercepat  Papua Merdeka,”ujarnya.

Sebenarnya negara   ini telah ketahui status politik Papua dan kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sudah di bahas dan dibicarakan oleh negara-negara di dunia,  dan dibicarakan oleh beberapa negara anggota PBB di Perserikatan Bangsa Bangsa. Namun aparat negara ini menganggap enteng dan biasa-bisa saja, sehingga penangkapan terhadap masyarakat Papua selalu saja dilakukan di mana-mana.

“Saya punya analisa yang mungkin sangat bodoh tetapi mungkin juga dibenarkan artinya bahwa penangkapan, penembakan, penyiksaan, diskriminasi, pembatasi hak untuk menyampaikan pendapat dimuka umum, Marjinalisasi terhadap orang asli Papua (OAP),  yang dilakukan oleh aparat negara ini adalah mendorong dan mempercepat proses agar supaya Papua cepat lepas dari  Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia (NKRI),” terangnya Hesegem.

Sehingga saya yakin bahwa negara Indonesia ini, akan kehilangan dengan pulau Papua yang kaya raya itu. Untuk mempercepat Papua merdeka bukan didorong oleh Masyarakat asli Papua, tetapi didorong oleh aparat negara ini.

“Saya pikir Negara Indonesia telah di berikan PR ( Pekerjaan Rumah ) oleh dunia internasional terkait dengan penyelesaian pelanggaran HAM, menurut saya PR besar itu belum selesai di jawab oleh Negara Rebuplik Indonesia. Kepada Dunia internasional,”jelasnya.

Theo memberikan pengalaman bahwa, saya mulai teringat waktu  masih SD, Guru selalu kasih  PR ( Pekerjaan Rumah ) dan Guru selalu menekan bahwa kamu harus kerja di rumah PR ini. Tetapi saya sering abaikan PR itu dan sering tidak kerja dengan baik, sesuai petunjuk seorang Guru. Sehingga sering mendapatkan angka  nol. Ketika saya diberikan angka nol, berarti dalam hati saya, saya tidak mampuh sehingga mendapat angka nol. 

“Saya dengan jujur mau sampaikan bahwa Negara ini hampir sama dengan pengalaman saya, yang ceritakan di atas, Negara ini telah dikasih PR terkait penyelesaian Kasus pelanggaran HAM di Papua, PR yang dimaksud belum diselesaikan dan di jawab, kepada dunia internasional, justru tambah masalah lebih rumit lagi. Mungkin kita tunggu Waktu kapan Papua ini, lepas dari Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia,”tuturnya Hesegem.(*)/PL


Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template