Polisi dan TNI Timika rekayasa penemuan Amunisi dan Bom Molotof di sekertariat KNPB Timika - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » , » Polisi dan TNI Timika rekayasa penemuan Amunisi dan Bom Molotof di sekertariat KNPB Timika

Polisi dan TNI Timika rekayasa penemuan Amunisi dan Bom Molotof di sekertariat KNPB Timika

Written By Papuani on Sunday, September 16, 2018 | 9:43 PM

Ini foto Amunisi yang aparat rekayasa atau tipu kepada Publik



Portmoresby, Psmnews - Sekertaris Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat Nesta Ones Suhuniap menegasakan Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui pernyataan Kabid Humas Polda Papua A.M. Kamal bahwa pengerebekan dilakukan sekertariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika, ada penemuan Amunisi dan Bom Molotof saat penggeledahan adalah Rekayasa TNI/POLRI. 
"Penemuan senjata, amunisi dan bom molotof yang polisi menggelaim dapat kantor knpb wilayah timika rekayasa," tegasnya.


Hal ini lagu lama selalu aparat pakai untuk mengkriminalisasi perjuangan rakyat papua Bersama KNPB

Polisi melakukan pegerebekan tanpa surat perintah sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.
Penangkapan RW di bandara Timika itu tidak hubungan dengan perjuangan knpb secara damai terbuka dalam sipil kota.

"Knpb tidak berjuang dengan senjata, senjata knpb adalah spanduk, megapon dan selebaran.
Penangkapan di bandara Timika itu konspirasi dan kepentingan pihak tertentu. Di Papua tidak ada pabrik senjata dan amunisi, dari mana peluru-peluru itu,"tegasnya.

Aparat kepolisian seharusnya cari tau asal usul amunisi yang ditangkap di bandara. Aparat perlu cari tau asal pelurunya, jangan sampai penjualan peluru adalah proyek pihak tertentu.
Penemuan amunisi senjata rakitan dan bom molotof di kantor knpb Timika adalah Rekayasa (Pembohongan Publik oleh TNI dan Polri.

"Berhenti kriminalisasi dan mengkambing hitamkan knpb dengan transaksi amunisi yang merupakan lahan bisnis aparat Indonesia di Papua," ujarnya Suhuniap.

Bahkan, Ia menjelaskan, Kami menyampaikan kepada TNI dan Polri bahwa penagkapan, penyiksaan pengerebekan dan penembakan tidak akan menghetikan perjuangan KNPB.

"Tidak brutal kepolisian Indonesia di Papua telah memperuncing perjuagan rakyat dan KNPB. Aparat kepolisian sedang mendidik orang Papua untuk terus melakukan perlawanan terahdap praktek kolonialisme di Papua. Penagkapan sewenang-wenang menujukan wajah kolonialisme indonesia di Papua. Maka itu Polda Papua harus mengaku bahwa anggotanya telah menembak 2 anggota knpb menggunakan peluru asli bukan peluru karet,"kata Nesta.

Pernyataan Polda dua orang ditembak menggunakan peluru karet adalah pembohongan publik. 
"Dua anggota kami yang ditembak pagi oleh kepolisian tidak menyerang aparat tetapi mereka kena tima panas karena aparat kepolisian melakukan penyerangan dari luar ke arah kantor sehingga dua orang yang jaga piket kantor knpb kena timah panas,"tegasnya Suhuniap.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan, penggeledahan sekretariat dan penangkapan beberapa aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mimika oleh tim gabungan Polri dan TNI pada Sabtu (15/9/2018) pagi, merupakan hasil pengembangan terhadap RW, remaja 20 tahun yang diamankan di Bandara Moses Kilang Mimika beberapa waktu lalu lantaran membawa 153 butir amunisi.


Menurut, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal bahwa dua dari delapan orang yang diamankan yakni PN dan YE terpaksa dilumpuhkan dengan peluru karet di bagian paha dan betis, lantaran diklaim hendak menyerang aparat keamanan.
"Keduanya sudah mendapatkan perawatan medis," kata Kombes Pol A.M. Kamal, Sabtu (15/9/2018) lalu  seperti yang dikutib di media Jubi.
Menurutnya, selain mengamankan delapan orang, dalam penggeledahan itu aparat keamanan gabungan juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain senjata rakitan jenis revolver, 104 butir amunisi kaliber 5,56, 11 butir amunisi revolver, satu butir amunisi AK47, tujuh botol bom Molotov, bendera Bintang Kejora, dokumen Papua merdeka, handphonelaptop, tombak dan anak panah.
Hingga kini delapan orang yang diduga pemilik dokumen, amunisi dan bendera Bintang Kejora diamankan di Mapolres Mimika untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.(*)


Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template