Kasus Nduga: apakah propaganda Pemerintah Indonesia atau OPM? - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » , » Kasus Nduga: apakah propaganda Pemerintah Indonesia atau OPM?

Kasus Nduga: apakah propaganda Pemerintah Indonesia atau OPM?

Written By Admin on Saturday, December 29, 2018 | 10:11 AM




Ditulis Oleh Dr. Socratez S. Yoman,
Persekutuan Gereja-gereja West Baptis

1. Pendahuluan

Ada seorang teman menelepon saya, "Pak Yoman, jangan terjebak dengan permainan propaganda pemerintah Indonesia di Nduga. Pak Socratez tetap berdiri dan bersuara sesuai dengan peran Anda sebagai seorang pemimpin Gereja yang menyuarakan kedamaian, hak asasi dan martabat manusia untuk menentang kekerasan dan kejahatan yang dilakukan oleh Negara melalui TNI-Polri  dan juga TPN-OPM."

"Penembakan 16 orang Karyawan PT Istika Karya yang ikut membangun Jalan Trans Papua pada 1 Desember 2018 di Nduga itu sebenarnya bukan OPM. Tangannya OPM dipakai oleh TNI-Polri. TNI-Polri cukup lama membina anak-anak dari kampung yang putus sekolah. Anggota OPM itu kebanyakan tidak berpendidikan,  sehingga dengan mudah dipakai oleh Militer Indonesia untuk kepentingan Propaganda Indonesia di tingkat global."

"Pak Socratez, saya secara pribadi yakin apa yang disampaikan Benny Wenda dalam pernyataannya bahwa kasus penembakan di Nduga yang menewaskan 16 orang itu hanya propaganda pemerintah Indonesia. Menurut hati nurani saya apa yang disampaikan Benny  itu benar sebagai Pemimpin Bangsa West Papua, United Liberation Movement for West Papua dapat mengikuti semua proses di Luar Negeri tentang kemajuan lobby dan diplomasi ULMWP dan dukungan Negara-Negara anggota MSG, PIF, ACP.  Dan juga hampir dari berbagai kalangan internasional mengetahui perjuangan DAMAI bangsa West Papua dari tingkat OPM sampai sekarang mereka memiliki badan politik resmi, ULWMP ini diakui & diterima Internasional dari beberapa Negara Merdeka."

2. TPN-OPM Tidak Berpendidikan

Teman saya berinisial YK (maaf: bukan Yusuf Kalla) mengatakan: " ...Anggota OPM itu tidak banyak berpendidikan, sehingga dengan mudah dipakai dan dibekali senjata & amunisi dari militer Indonesia untuk mencapai kepentingan propaganda Indonesia di tingkat internasional.

3.2. Joni Arung Menawarkan Senjata,  Amunisi dan uang kepada OPM

Bagi rakyat West Papua, Indonesia dan komunitas Internasional menjadi jelas contoh dari penawaran Joni Arung kepada TPN-OPM untuk dikasih senjata, amunisi  dan uang, bahwa yang memberikan senjata dan amunisi selama ini diduga TNI-Polri.

Tujuannya pemerintah, TNI-Polri mau memelihara siklus kekerasan di West Papua untuk pembenaran ( justification) membangun infrastruktur TNI-Polri, penambahan pasukan TNI Organik dan Non-Organik dan wilayah ini dan tetap dikelolah sebagai wilayah konflik. Karena GAM di Aceh  sudah tidak ada lagi dan perjuangan Fretelin di Timor Leste sudah berhasil menjadi Negara Merdeka. Jadi, lahan untuk dapat uang para Jenderal TNI-Polri, latihan menembak dan membunuh OAP, West Papua dipelihara sebagai wilayah konflik.

Agenda pemerintah dan TNI-Polri jangka panjang ialah memusnahkan (slow motion genocide) Penduduk Asli West Papua dan tanahnya diambil dan diberikan kepada kaum Melayu Indonesia. Proses ini sudah berlangsung lama dengan Program Transmigrasi.  Karena, pemerintah Indonesia, TNI-Polri  terganggu kalau Penduduk Asli Papua masih berada dan hidup di atas tanah leluhur mereka, bahkan mereka lebih dan sangat terganggu kalau Penduduk Asli Papua berpendidik baik.

3.3. Joni Arung dan kawan-kawan Melanggar Kesepakatan

Kesepakatan antara OPM dengan Karyawan PT Istika Karya, setiap tanggal 24 November para karyawan harus keluar dari Nduga karena sejak 24 November 2018, OPM mempersiapkan diri untuk merayakan HUT 57 Tahun Kemerdekaan bangsa West Papua 1 Desember 1961-2018.

Seadanya saja, Joni Arung dengan rendah hati dan secara bijaksana mengikuti kesepakatan sederhana itu, sesungguhnya saudara-saudara kita 16 orang yang tidak berdosa dan tidak beradarah tidak menghembuskan nafas ditangan OPM.

Penulis Dr. Socratez S. Yoman,
Persekutuan Gereja-gereja West Baptis
Analisa saya, Joni Arung ditugaskan untk memancing emosi pimpinan &anggota OPM supaya mereka terpancing utk melakukan kekerasan & Joni ada tujuan baik tapi salah difahami pihak OPM.

4. Siapa Sebby Sambom dan Lewis Pray

Pada bagian ini para pembaca publik perlu tahu, bahwa dua pejuang West Papua Merdeka ini arah komentar-komentar mereka kontraproduktif dengan perjuangan rakyat dan bangsa West Papua.

Contoh, setelah kasus di Nduga, 1 Desember 2018 sebanyak 16 orang ditembak mati, Sebby Sambom muncul sebagai jurubicara OPM. Media Nasional dengan mudah mengatur waktu untuk wawancara dan berkomentar berapi-api bahwa kasus di Nduga merupakan siasat untuk Free West Papua.

Sebby Sambom sepertinya ketinggalan informasi tentang proses Perjuangan Free West Papua melalui jalan DAMAI yang sudah mengglobal/go internasional yang dimotori Benny Wenda, Octo Mote, Jacob Rumbiak, Rex Rumakiek, Paula Makabory yang didukung MSG, PIF, ACP dan beberapa diplomat melalui wadah politik resmi milik rakyat dan bangsa West Papua yang sudah populer dengan nama United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). ULMWP sudah merupakan semi Negara, karena sudah punya diplomat di Pasifik, Australia, New Zealand, Indonesia, Eropa, Afrika dan diplomat di PBB.

Sebby Sambom berbicara perjuangan Free West Papua, Anda sedang terkucil dan menjadi musuh orang-orang yang cinta damai di West Papua, di Indonesia dan di seluruh dunia. Seandainya Anda mendapat kesempatan untuk berbicara di forum resmi dimana saja, termasuk PBB, Anda menjadi musuh bersama semua orang dan Anda pasti terkucil karena kekerasan tidak ada ruang dan tempat dalam dunia peradaban tinggi yang mencintai kedamaian dan dunia yang harmoni di abad ke-21.

Komentar-komentar Anda memperlihatkan melawan ULMWP berarti Anda melawan rakyat dan bangsa West Papua. Anda sedang rong-rong perjuangan lobi, diplomasi secara damai yang diperjuangkan ULMWP.

Sebby perlu tahu, para pemipin OPM sejati bpk Tanggahma, bpk Jacob Pray, Ruem Korem, Wim Zonggonauw, Elly Weror, Runawei dan masih banyak telah mewarikan perjuangan itu kepada  Rex Rumakiek, Andy Ayamiseba, Dr. John Octo Ondowame, Jacob Rumbiak sebagai generasi. muda penerus perjuangan Free West Papua di Luar Negeri. 

Para generasi peberus OPM telah melihat bahwa pendekatan kekerasan TIDAKCMENDAPAT SIMPATI DAN DUKUNGAN  INTERNASIONAL, maka mereka dengan hikmat yang cerdas menginovasi perjuangan dengan membentuk wadah perjuangan dengan nama: West Papua National Coalition Liberation (WPNCL).  Ingat, WPNCL adalah Roh dari OPM. WPNCL sudah ada dalam wadah resmi politik ULMWP. Pentolan  OPM  sejati sedang menakodai ULMWP seperti Jakob Rumbiak dan Rex Rumakiek.

Sejarah mencatat  TPN-OPM, pimpinan Mathias Wenda, Goliat Tabuni, Yustinus Murip, Kelly Kwalik dan Jenderal Wayeni sudah menyatakan dalam DEKLARASIKAN resmi bahwa Perjuangan Free West Papua HARUS melalaui Jalan DAMAI, Lobby dan Diplomasi.
Jadi, kalau belakangan ini ada yang berjuang dengan kekerasan itu tentu saja binaan aparat TNI-Polri yang suka dan gemar dengan kekerasan.

Kemudian, Lewis Pray dalam komentar di medsos dan berbagai kesempatan selalu rong-rong & mendiskreditkan perjuangan ULMWP. Anda bekerja untuk siapa? Anda mendapat bayaran berapa juta atau milyar dari penguasa Indonesia yang menjajah dan menindas rakyat dan bangsa West Papua. Jika Lewis melawan ULMWP berarti Anda melawan rakyat dan bangsa West Papua. Jika Lewis melawan ULMWP berarti Anda sedang menari-nari di atas tetesan darah, cucuran air mata, tulang belulang dan penderitaan umat Tuhan yang dibantai oleh Negara/Pemerintah kolonial Indonesia dengan moncong senjata. Hati-hatilah Anda mengawal warisan orang tuamu. Lewis harus & segera menghindari dari kutuk, murka, malapetaka, musibah dari Tuhan dan dari orang-orang yang sudah menjadi korban dengan kebiadaban kolonial Indonesia.

5. Komentar Para Penguasa Penguasa Indonesia sepertinya "By Design"

Para pembaca yang mulia,  komentar yang hampir sama  para penguasa Indonesia. Dalam memberikan reaksi kasus Nduga, terbunuhnya 16 orang sepertinya "by design) seperti sudah diatur sebelumnya. Kita ikuti reaksi para penguasa Firaun Moderen Indonesia.

5.1. Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI: "DPR minta PBB tetapkan OPM sebagai Organisasi Teroris. DPR usul pemerintah tetapkan operasi militer selain perang." (Tempo.com/13/12/2018).

Ketua DPR RI sepertinya tidak mengerti apa arti kata dari "teroris".

"Teroris itu dari kata dasar "terror" berasal dari bahasa Inggris. Terror artinya mengganggu, meresahkan, merusak, menghancurkan, membuat tidak tenang dalam kehidupan orang/masyarakat luas. Jadi, dalam konteks West Papua, kehadiran TNI-Polri selama 57 tahun yang mengganggu, meresahkan, merusak dan membunuh Penduduk Asli Papua,  berarti mereka hadir sebagai TERORIS, hanya orang takut dan tidak ada yang berani mengatakan TNI-Polri itu berperilaku Teroris di West Papua sejak 1961-2018" (Gembala Dr. Socratez S.Yoman, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua). Ita Wakhu Purom, 27 Desember 2018.

5.2. Haji Dr. Wiranto, Menteri Koordinator Polotik, Hukum dan Keamanan: " Soal KKB di Nduga Papua, kita habisi mereka."(Kompas.com/13/12/2018).

Kalau komentar pak Wiranto tidak heran, itu sangat wajar karena dia memang berwatak kriminal dan pelaku kejahatan kemanusiaan. Dia berada dalam black list sebagai criminal war dalam komunitas internasional.

5.3. Ir Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia

Heran, orang yang dianggap lembut dan dinilai pemimpin yang punya nurani luhur membuat pernyataan yang kontradiktif.

"Tangkap seluruh pelaku pembunuhan di Papua. Tumpas hingga akar." (DetikNews/05/12/2018).

Presiden ir. Joko widodo menghancurkan apa yang dirintisnya dengan hati  di West Papua

"Presiden Republik Indonesia, Haji  Ir. Joko Widodo telah merintis jalan dengan baik untuk membangun kembali kepercayaan (trust) rakyat West Papua kepada pemerintah Indonesia yang telah hilang.  Lihat beberapa langkah positif dan tergolong berani, antara lain:
a). Membebaskan tahanan politik para pejuang West Papua Merdeka;
2). Berkunjung ke West Papua 7x lebih sebagai wujud kepedulian pemerintah Indonesia terhadap rakyat di wilayah ini.

3). Artinya, ketika 16 orang Indonesia ditembak mati di Nduga pada 1-2 Desember 2018, Presiden perintahkan Operasi Militer dan Tumpas Sampai Akar-akarnya. Lalu, bagaimana dengan pembunuh 4 siswa di Paniai? Mengapa pelakunya  berkeliaran? Dimana rasa keadilan? Apakah 16 orang itu manusia istimewa? Apakah 4 siswa itu hewan sehingga  dilupakan? Dimana hati nurani para pemimpin republik ini?

5.3. Haji Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI.

"TNI/Polri gelar operasi besar-besaran. Pemerintah juga jadi korban pelanggaran HAM."(Kompas.com/06/12/2018.Republika.com..id/11/12/2018).

6. Ada 3 tujuan peristiwa pada 1 Desember 2018 di Nduga

6.1. Propaganda Pemerintah  untuk membendung  Kampanye ULWMP di tingakat Internasional yang sudah mendapat perhatian,  dukungan dan duduk setara di MSG, PIF, ACP dan Gereja-gereja dan komunitas Global yang peduli dengan nilai-nilai universal  keadilan, perdamaian, hak asasi manusia,  dan  melawan diskriminasi rasial  seperti yang sedang  dialami rakyat West Papua saat ini.

6.2. Propaganda Indonesia untuk menodai  Perjuangan ULMWP dengan jalan DAMAI, lobby dan diplomasi bermartabat dan mau dibelokkan ke arah kekerasan dan pelanggaran HAM.

Tetapi, di Nduga ada Operasi  TNI dan sudah menewaskan 4 orang sipil dan hilang 5 orang.

(1). Nison Uangge (18 tahun/laki-laki).
(2). Mianus Lokmbere (18 tahun/laki-laki).
(3). Mentus Winiangge (21 tahun/laki-laki).
(4) Yorion Kogoya (58 tahun/laki-laki). 

Lima orang hilang sbb:
(1) Lenius Gwijangge (19 tahun/laki-laki). 
(2) Imanus Nimiangge (21 tahun/laki-laki.
(3)  Anol Nimiangge (21tahun/laki-laki).
(4). Netes Nimiangge (15 tahun/laki-laki).
(3) Alimus Nimiangge (40 tahun/laki-laki).

6.4. Pemerintah dan TNI/Polri mempropaganda dengan mengorbankan penduduk sipil  non Papua supaya rakyat Indonesia yang bersimpati perjuangan DAMAI rakyat Papua berbelok arah & membenci. 

7. Solusi damai

RI-ULMWP duduk setara di meja perundingan dimediasi pihak ketiga yang netral.

IWP, 29122018.

Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template