Laporan tim Evakuasi kemanusiaan Nduga Papua Ketika perang TPNPB OPM dan TNI Polri - Psm News West Papua Indonesia
Headlines News
Home » , , , » Laporan tim Evakuasi kemanusiaan Nduga Papua Ketika perang TPNPB OPM dan TNI Polri

Laporan tim Evakuasi kemanusiaan Nduga Papua Ketika perang TPNPB OPM dan TNI Polri

Written By Admin on Saturday, January 12, 2019 | 9:15 AM

Tim Evakuasi Peristiwa Nduga Papua TPNPB OPM lawan TNI dan Polri


Pada tanggal, 30 Nopember 2018 Saudara Joni Arung mengirim kurir kemarkas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) di kampung Simbo, dalam perjalanan kurir bertemu dengan seseorang yang namanya tidak mau disebutkan, lalu dia bertanya kepada kurir kau bikin apa disini dan mau mana? tanpa menjawab kurir tersebut diam-diam saja lalu pergi ke tempat tujuannya.

Pada sore harinya  TPN-PB menghantar satu ekor babi sebagai Persembahan kepada hambah-hambah Tuhan di Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua - Jemaat Wuridkal yang hendak melakukan Ibadah Pembukaan / Gerbang Natal pada tanggal, 1 Desember 2018. dan sekaligus mereka menyampaikan rencana  melakukan upacara dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Papua tanggal, 1 Desember 2018 di Markasnya.

Tanggal, 1 Desember 2018

Pada tanggal, 1 Desember 2018 pagi sementara Jemaat mempersiapka diri dan berdatangan ke Gereja Joni Arul juga datang bersama seorang anak buahnya, di Gereja untuk mengikuti Ibadah tersebut. Melihat kondisi Jemaat yang lagi rame-rame bakar baru dan adanya anggota TPN-PB yang lalu-lalang saudara Joni Arung meminta ijin kepada pihak Gereja untuk mengambil gambar (potret), namun para hamba Tuhan menyampaikan bahwa kami tidak bisa ijinkan untuk mengambil foto, karena kalau dilihat oleh anggota TPN-PB mereka pasti akan marah dan ini sangat berbahaya.

Melihat Joni Arung juga sedang berada bersama para pimpinan Gereja yang hendak beribadah, TPN-PB di bawah pimpinan Egianus Kogoya sangat marah karena mereka sudah ingatkan kepada Pak Joni bahwa sebelum tanggal, 24 Nopember semua tukang termasuk pak Joni harus keluar ke Kota. Sehingga mereka langsung balik kembali, Saat Tentara Pembebasan Nasional - Papua Barat (OPM) marah-marah dan kembali, Jhoni Arul mengambil gambar (memotret) kelompok TPN-PB,  melihat hal tersebut ada beberapa warga menegur dan menyuruh Pak Joni untuk segera menghapus foto karena kalau diketahui oleh kelompok TPN-PB bisa saja menjadi masalah. Tidak lama selang 4 (empat) jam kemudian TPN-PB kembali ke Gereja pas jam makan bersama.

Pada saat itu dalam pembagian makanan  pimpinan gereja memberikan potongan daging babi pertama kepada Joni Arung, melihat hal tersebut  kelompok TPN-PB marah lagi, karena dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap Budaya setempat, yaitu bahwa sebenarnya potongan daging babi petama mestinya diberikan kepada para tua-tua adat sebagai tandah penghargaan namun yang terjadi potongan Daging Babi Pertama diberikan kepada Joni Arung. 

Sementara itu, ada warga  yang memberitahukan kepada kelompok TPN-PB bahwa Joni Arung telah melakukan Potret terhadap TPN-PB,  mendengar informasi tersebut, Saat itu juga TPN-PB sangat marah dan langsung bertindak hendak menembak Joni Arung, Hand Phone Joni Arung disita dan Joni Arung langsung lari masuk dalam Gereja memintah perlindungan, pak Joni Arung dilindungi oleh para hampa Tuhan dan warga jemaat terutama ibu-ibu  yang  mengikuti ibadah Pembukaan Natal.

Kemudian TPN-PB membuka HP milik Joni yang disita untuk melihat foto-foto dan Pesan (sms) yang ada, setelah membaca beberapa SMS dan melihat Foto-foto TPN-PB. Maka TPNPB mereka minta kepada saudara Joni agar dapat menjelaskan isi dari sms-sms yang ada.Karena Joni tidak bisa mengindakan permintaan TPN-PB ( OPM ).

Egianus Kogoya langsung perintahkan  anak buahnya untuk segera menangkap para pekerja PT. Istaka Karya, yang bekerja pada  3 (tiga) jembatan yang berada di Kamp Kerja. 

Mendengar ancaman tersebut Joni Arung langsung menawarkan akan memberikan Senjata dan Amunisi serta sejumlah uang kepada TPN-PB, namun tawaran terakhir Joni Arung tersebut tidak dihiraukan oleh Egianus Kogeya. Dengan demikian  TPN-PB melampiaskan emosinya terhadap anggota Karyawan PT. Istaka Karya, hingga menghilangkan nyawa mereka di gunung Kabo

Kronologi kasus Pembunuhan Karyawan PT. Istika Karya.

Sebanyak 24 orang tukang dibawah oleh kelompok Egianus Kogeya, tangan mereka diikat dan digiring manuju Gunung Kabo yaitu perbatasan Distrik Yigi dan Mbuwa.

Kejadian tanggal 01 Desember 2018 tidak bisa terlepas dari kasus-kasus lain sebelumnya.Tanggal 1 Desember sudah diketahui sebagai hari bersejarah bagi bangsa Papua. 

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Tentara Pembebasan Nasional-Papua Barat, (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah melakukan kesepakatan bersama dengan para pekerja jalan trans Papua pada tahun 2017 lalu bahwa terhitung tanggal, 24 November setiap tahunnya para pekerja atau tukang tidak boleh lagi bekerja tetapi harus kembali ke kota, namun Joni tahu tentang kesepakatan tetapi dia tidak menghiraukannya. Pada akhir November 2018 beberapa pekerja sudah kembali ke Wamena.

Setelah Para Tukang digiring sampai di Gunung Kabo,  menurut keterangan TPN-OPM bahwa Anggota TPN-PB telah memeriksa identitas para pekerja satu persatu. 

Sehingga menurut mereka “Para pekerja yang dibunuh tersebut diduga adalah anggota TNI dari Zipur yang mengerjakan jembatan sedangkan beberapa orang yang di bebaskan adalah mereka yang identitasnya adalah warga sipil, karena kami sudah ketahui bahwa yang mengerjakan Jembatan dan jalan di sepanjang jalan trans Wamena – Mumugu Kabupaten Nduga dan pada umumnya di Papua adalah TNI.” Namun Tim tidak dapat pastikan hal itu karena tidak ada barang bukti tentang identitas korban.

Kondisi Distrik Mbuwa, Dal dan Mbulmu Yalma

Pasca kejadian tanggal, 2 Desember 2018 di Gunung Kabo.
Ini salah satu korban Jenazah yang di Eksekusi Oleh anggota Organisasi Papua Merdeka di Gunung Kabo kemudian 16 Jenazah lainya di  Evakuasi  di Timikan dan  salah satunya atas nama Matius Balinggih di Evakuasi Oleh TNI/Polri di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada saat itu jenazanya lansung di bawah ke Rumah Sakit Umum Wamena, untuk di Otopsi di rumah sakit.

Korban yang dimaksud Dandim Jayawijaya menyerahkan resmi kepada PT. Istaka Karya dan selanjutnya PT. Istaka Karya menyerahkan kepada ketua ikatan Toraja.Di aula Kodim 1702 Kabupaten Jayawijaya di Wamena.

Ketika berdiskusi dengan ketua ikatan keluarga besar Toraja  ia menyampaikan keluarga Toraja ada sekitar  8 orang pekerja jembatan yang di bunuh OPM, mereka adalah bukan TNI mereka itu masyarakat biasa. Kami sangat menyesal dengan tindakan yang dilakukan OPM  dan itu sangat tidak manusiawi, tetapi juga kami rasa menyesal sikap Pak Joni Arung yang tidak bias pulangkan masyarakat kami yang kerja disana.

Pada hal sebenarnya ada kesepakatan antara mereka dengan OPM bahwa  setiap tanggal 24  Nopember tepat yang dimaksud harus ditinggalkan, dan tidak boleh ada yang  bekerja, namun memang pada saat itu saudara Joni Arung di ingatkan  bahwa tanggal kesepakatannya habis dan harus pulang.

Tetapi Joni Arung tidak menangkapi apa yang disampaikan oleh Pekerja, katanya alat kerja rusak jadi kita harus perbaiki katanya. Sehingga masyarakat kami mengalami musibah kematian dengan cara yang tidak Wajar luar biasa. Setelah melakukan upacara penyerahan  jenazah  sekitar jam 10 : 00 WP, jenazah diarak-arakkan ke Bandara dan diberangkatkan ke Toraja mengunakan pesawat Trigana air.


No
Nama
Foto Korban
Keterangan





01





Matius Palinggi



Saudara Matius Palinggih adalah  salah satunya korban evakuasi 17 orang diantaranya 16 orangdi Evakuai ke Timika dan salah satunya di Evakuasi  ke  Wamena Kabupaten Jayawijaya. pada tanggal 10 Desember 2018, pertepatan hari ham Internasional



Kontak Senjata 


Pada tanggal, 3 Desember 2018 sekitar pukul 03.00 wit OPM telah mengepung POS TNI 756 Mbuwa dan tepat jam 06.00  terjadi baku tembak antara TPN-PB dan Anggota TNI di Pos Mbuwa hingga Pukul 18.00 wit.

Pada 4 Desember 2018, sekitar Pukul  11:30 Waktu Papua, aparat melakukan penyerangan lewat darat oleh pasukan Gabugan TNI-POLRI yang datang dari Wamena dan penyerangan lewat udara oleh TNI dengan menggunakan 4 buah Helicopter yang datang dari Timika lewat Kenyam Ibu kota Kabupaten Nduga.

Menurut kesaksian masyarakat bahwa mereka melihat 4 buah Helokopter datang menurunkan sekitar 7 buah Bom di daerah Mbuwa di gunung-gungung dan hutan yang dianggap masyarakat dapat bersembunyi. Bom yang diturunkan disekitar 2 tempat  diantaranya Opmo sekitar kompleks kantor Klasis Kordinator Mbuwa dan Ditbobo BOM yang diturunkan ada yang meledak di udara lalu berasap selain itu terjadi gempuran tembakan oleh anggota TNI dari Pintu Helikopter. di beberapa kampung di distrik Mbuwa

Situasi dan kondisi ini sangat membuat masayarakat jadi takut karena masyarakat sipil di daerah Mbuwa baru menghadapi operasi militer seperti ini.

Menurut keterangan saksi mata yang tidak mau menyebutkan namanya dalam laporan ini, membenarkan dan menjelaskan bahwa memang pada tanggal,4 Desember 2018, sekitar 4 helicopter yang berbutar di udara, kemudian 1 (Satu)Helicopter tetap berputar di udara dan 3(tiga) Helikopter lainnya terbang rendah lalu ketiga helicopter melakukan tembakan yang bertubi-tubi (gempuran) dari udara ke arah perkampungan di mana masyarakat sedang berada.

Bom yang dilempar ke arah gunung dimana ada masyarakat, menurut saksi mata bom yang dimaksud memang dilempar dari dalam pesawat namun bom tidak meledak tanah tetapi meledak di udaradan mengeluarkan asap di atas udara dan menghilang begitu saja,  tetapi asap dari Bom itu sangat tajam.


PERJALANAN TIM EVAKUASI KE DISTRIK MBUWA DAL DAN MBULMU YALMA.

Pemerintah Kabupaten Nduga membentuk Tim Evakuasi untuk turun ke Daerah Mbuwa dengan 2 (dua) tujuan, yaitu :
1.      melihat langsung Kondisi Masyarakat Pasca Operasi Militer yang dilakukan gabungan TNI -  POLRI sejak tanggal, 4 sampai dengan 10 Desemben 2018 dan Melakukan Evakuasi 4 (empat) Jenazah Korban Pembantaian oleh TPN-PB atas permintaan Kapolda Papua dan Pangdam.

Agar tim dapat berhasil menemukan dan mengevakuasi 4 (empat) korban tersebut Wakil Bupati telah menyampaikan kepada Kapolres Jayawijaya, Dandim 1702 Jayawijaya dan DANYON 756 WIMANESILI Jayawijaya bahwa dalam rangka pencarian dan evakuasi korban Pembantaian dimohon agar TNI-POLRI tidak boleh mengikuti TIM ke TKP di Gunung Kabo, hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadi kontak senjata antara TPN-PB dan Aparat TNI Polri sehingga dapat menggagalkan tujuan TIM ke TKP.

Pada tanggal 13 Desember 2018, Tim Evakuasi Pemerintah Kabupaten Nduga yang anggotanya terdiri dari Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Nduga Anti Gwijangge, Wakil Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Pdt. Erson Wenda, Anggota MRP Luis Madai, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati HAM Theo Hesegem sebagai direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Mahasiswa dan Tokoh Intelektual Suku Nduga berangkat menuju Distrik Mbuwa.

Pukul 03:30 setiba di Distrik Mbuwa beberapa anggota Tim langsung menuju kampung Sombulema Distrik Mbuwa untuk bertemu dengan keluarga korban tembak atas nama Nison Umangge, umur 18 tahun, agama Kristen Protestan, siswa SMA kelas II.

Menurut keterangan keluarga bahwa pagi itu bersama keluarga dan teman-temannya sementara minum kopi tiba-tiba terjadi Gempuran senjata dari udara kearah rumah penduduk sehingga semua orang kaget dan lari menyelamatkan dirinya masing-masing, korban dan beberapa temannya lari menuju gunung dengan tujuan hendak bersembunyi di hutan, sejak operasi militer pada tanggal, 4 Desember 2018 anak kami tidak pulang kami sangat kuatir dengan anak kami yang belum pulang, ternyata hari ini tanggal, 13 Desember 2018 kami menemukan Jenazahnya sudah membusuk di bekas kebun tidak jauh dari rumah. Kami sangat kehilangan anak kami satu-satunya ini.

Menurut keluarga korban Nison Umangge bahwa anak kami ini, baru ditemukan tadi pagi dibekas-bekas kebun, pada saat helicopter  turunkan Bom dan melakukan penembakan dari arah udara korban melarikan diri untuk hendak bersembuyi di hutan. Namun ia tidak berhasil.

Setelah 1 minggu 3 hari kemudian pada tanggal 13 Desember 2018, keluarga menemukan Korban di bekas kebun dalam keadaan yang membusuk, lalu diambil dan dimakamkan di kampung Sombeloma Distrik Mbuwa Kabupaten Nduga.

Menurut keterangan masyarakat yang ada disekitarnya mengatakan bahwa memang pada tanggal yang dimaksud terjadi baku tembak antara OPM dan Militer di Pos,  masyarakat sipil yang ada pada saat itu juga diteror, anggota sampaikan kepada masyarakat yang ada disekitarnya keluarga kami yang dibunuh jadi kami juga akan bunuh kamu. Menurut saksi mata anggota yang ada dilapangan terbang Mbuwa kurang lebih sekitar 10 anggota militer.

Akibat penyerangan yang dilancarkan oleh aparat meliter melaui udara itu mengakibatkan 2 orang Warga sipil meninggal dunia atas namaNikson Umangge dan Mianus Elokbere.

Menurut ketarangan saksi mata yang melihat peristiwa pada tanggal 4 Desember 2018, serangan yang dilancarkan oleh anggota militer  dari udara, masyarakat yang ada di kampung-kampung tidak keluar mereka hanya berlindung dalam rumah.

Pada tanggal, 5 Desember 2018 sampai dengan tanggal 12 Desember 2018, tidak mengijinkan dan melarang masyarakat keluar dari rumah, bagi masyarakat yang rambutnya panjang dan gimbal dipaksakan untuk digunting.

Masyarakat Distrik Mbuwa megalami rasa takut dan trauma serta mereka tidak bisa tenang untuk beraktivitas dengan baik.Karena serangan yang dilancarkan oleh anggota Militer dengan menggunakan helicopter di atas udara, membuwat masyarakat rasa takut dan trauma dan tidak bebas untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Setelah terjadi peristriwa penyerangan, masyarakat yang ada beberapa gereja dari 7 jemaat Distrik Mbuwa telah mengungsi keluar hutan, sebagain yang telah mengungsi belum kembali, mereka ada yang mengungsi ke Wamena, sebagian besar ada yang sudah kembali ke Jemaat  mereka masing-masing.

Pada tanggal 14 Desember 2018, sekitar pukul 07:30 masyarakat dan tim Evakuasi pemerintah Kabupaten Nduga, menemukan  satu korbanatas  nama Mianus Elokbere, 18 tahun, laki-laki, jenazah tersebut ditemukan didalam rumput-rumput dibekas kebun.  Keluarga korban mengatakan bahwa kami keluarga sudah lama ditunggu sejak dari tanggal 4 Desember 2018korban hilang, ternyata korban ditemukan dengan kondisi mayat pada hari ini.

Menurut keterangan yang disampaikan seorang Pendeta yang  berinesial  A Ksaat ia sedang berada dilokasih penemuan mayat dan mengatakan, waktu itu korban sedang berada di halaman Gereja Imanuel, Waktu terjadi penyerangan yang dilakukan aparat Militer dariudara, korban memang melarikan diri hendak bersembunyi di hutan.

Perjuangan Korban dengan niat untuk  melarikan diri bersembunyi  di hutan tidak berhasil dan telah gagal. Karena korban mengalami tembakan saat penyerangan dilancarkan oleh anggota Militer melalui udara, akhinya sia-sialah usaha korban tersebut.

Menurut keterangan Pendeta yang tidak mau menyebutkan namanya dalam laporan ini, mengatakan bahwa memang anggota melakukan tembakan dari udara dengan tembakan bertubi-tubi dan brutal akhirnya memang tidak bisa menghindari lagi.

Penemuan jenazah tepatnya dilokasih Bitdobo desa Otalama Distrik Mbuwa, Kabupaten Nduga, jarak dari distrik Mbuwake lokasih penemuan mayat kurang lebih sekitar 300 meter.

Korban ditemukan dalam keadaan membusuk  dan berbau lalu bandannya terlecer hingga sampai keputihan, Perut dari pada korban membusuk hingga sampai, usus tali perut keluar dan kelihatan tali perutnya, kepala korban terlentang dibagian Timur dan kaki korban terlentang dibagian Utara.

Setelah korban ditemukan,tubuh korban ditutup dengan rumput-rumput  mentah yang ada disekitar lokasi kebun. Kematian saudara Mianus Elokbere akibat  tindakan brutal yang dilakukan oleh aparat militer pada tanggal 4 Desember 2018.

Kematian yang sangat tidak wajar terhadap Elokbere, Keluarga korban menyakinkan bahwa kematian Elokbere dampak dari penyerangan yang dilakukan oleh aparat Militer melalui serangan udara.
Ketika bertemu dengan keluarga korban yang ditinggalkan, mereka rasa kaget setelah melihat Jenazahnya, karena sejak tanggal 4 Desember 2018 sampai tanggal 13 Desember 2018, tidak pernah kembali ke rumah.

Keluarga merasa kaget setelah mendengar saudara atas nama Mianus telah ditemukan dalam kondisi mayat, menurut keluarga korban saudara tersebut bukan kelompok OPM atau kelompok yang lawan dengan TNI, ia adalah anak sekolah, dan tidak memiliki senjata untuk melawan aparat. Ia sekolah di SMTK Pirdaus Mbuwa kelas III.

Korban melarikan diri hanya untuk bersembunyi di hutan karena korban merasa penyerangan yang dilakukan oleh Aparat militer melaui serangan udara  itu sesuatu hal yang baru, karena selama ini tidak pernah terjadi di distrik Mbuwa, mungkin ini baru pertama kali bagi masyarakat Distrik Mbuwa, korban merasa takut sehingga melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya namun gagal.

Istri korbanMianus Elokbere ia mengatakan kami sudah lama menunggu kedatangannya namun kami terima suami saya dengan kondisi mayat. Istri dari korban menyakinkan bahwa suaminya ditembak oleh Anggota Tentara ketika anggota melancarkan dengan tembakan yang bertubi-tubi dari diudara tanggal, 4 Desember 2018 itu.

Menurut masyarakat sempat akibat dari seranganudara dengan bertubi-tubiyang dilakukan anggota militer berdampak mengorbankan dua warga sipil atas nama Nison Umangge dan   Mianus Elokbere.

Acara Pemakaman Minus Lokbere

Dalam sambutan Wakil Bupati KabupatenNdugaWentius Nimiangge,saatberlansungnya acara pemakaman jenazah tersebut Menyampaikan kepada Keluarga duka dan Tim Pemda Kabupaten Nduga bahwa apa bila ketemu Jenazah tolong hubungi tim sehingga tim melakukan evakuasi dan  cameramen bisa mengambil gambar, saya harap tidak di halang-halangi tim kami.

Tim kami ini diperintahkan oleh Kapolda dan Pangdam untuk melakukan pencarian terhadap 4 Korban pekerya PT Istaka Karya, yang belum ditemukan apa bila tim ini menemukan Jenazah 4 korban yang dimaksud, akan kami melakukan evakuasi ke Wamena, tetap kalau kita tidak bisa ketemu maka kita tidak bisa berangkat ke Wamena dan masalah tidak cepat selesai, untuk mengatasi hal itudiharapkan kerja sama dengan masyarakat untuk mencari Jenazah yang dimaksud.

Dalam Kesempatan itu juga Dandim 1702 Kabupaten Jayawijaya menyampaikan turut berduka cita kepada seluruh warga dan keluarga duka. Kami bersama tim evakuasi kabupaten Nduga mengucpkan terima kasih kepada masyarakat pada hari yang ke 12 ini, beberapa hari sebelumnya kami hanya TNI Polri yang mencari dan sekarang masyarakat sudah ikut bersama dengan kita untuk memberi kontribusi berarti tidak lagi masyarakat rasa ketakutan.

Yang selama ini masyarakat sudah tidak ada lagi di rumah, semua lari kehutan sekarang bersama dengan kami berarti kita menganggap masyarakat sudah aman.

Kemunginan kita akan mencari lagi 4 korban pekerja dari PT.Istaka Karya  yang meninggal dan kita bisa mencari bersama-sama,  yang selama ini kita sendiri yang mencari, kita sekarang sudah banyak orang  kita pasti akan dapat dan kiranya Tuhan dapat menguatkan kita semua ujar dandim 1702.

Dalam kesempatan itu juga Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) Theo Hesegem menyampaikan evakuasi jenazah hari ini suatu tanda kerja sama yang baik, yang  dilakukan oleh tim Evakuasi dan telah mengamankan Jenazah ini. Dan kemudian kita usahakan mencari lagi 4 Korban orang korban dari PT.Istaka Karya yang diminta oleh presiden Rebuplik Indonesia.

Bekerja sama dengan semua pihak itu jauh lebih penting, dan kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri, kalu jalan sendiri-sendiri kita tidak akan berhasil dalam pencarian jenazahnya dan tidak bisa menemukan 4 korban yang dimaksud.

bisa menemukan 4 korban yang dimaksud.

Tabel Foto-foto Rumah Milik Warga Sipil Papua yang di Rusak / di hancurkan:

No
Foto
Distrik
Keterangan

1
 




MBUWA




Pintu rumah warga sipil yang  dihancurkan dan engsel pintu  terlepas dan seseorang sedang tunjuk pintu yang rusak, lokasih kerusakan yang dimaksud di Dsitrik Mbuwa
2


Pintu kamar tidur ditendang hingga sampai terbolong, barang-barang yang ada dalam rumah diangkat semuanya
  























    KONDISI DI DISTRIK DAL DAN BULMUYALMA

Wakil Bupati Wentius Nimiangge melakukan bertemu dengan masyarakat dari dua Distrik, Distrik Dal dan Distrik Mbulmu Yalma di halaman kantor Distrik Dal. Dan meminta kepada masyarakat dari dua Distrik agar supaya bergabung dengan Tim Evakuasi Pemerintah Nduga untuk mencari 4 Karyawan PT. Istaka Karya di gunung Kabo

Pada tanggal 14 Desember 2018,  pukul 9:35 pagi, tim yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kabupaten NdugaWentius Nimianggeberangkat ke Distrik Dal dan Distrik Mbulmuyalma, sampai tiba disana tim melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat.

Dalam pertemuan di alam terbuka itu, dilakukan dihalaman kantor Distrik Dal, dalam pertemuan telah disepakati  beberapa hal dengan masyarakat setempat,  untuk melakukan pencarian 4 Jenazah yang dimintakan  presiden Rebuplik Indonesia lewat Pangdam dan Kapolda Papua.

Dalam pertemuan Wakil Bupati Wentius Nimiangge menyampaikan kepada masyarakat bahwa, tim akan melakukan pencarian 4 Jenazah kayawan PT Istaka Karya di gunung KABO, karena kami sedang didesak oleh Panglima dan Kapolda. Sehingga wakil Bupati mengharapkan dalam proses pencariannya masyarakat bisa terlibat untuk mencarinya.

Sekitar jam 4:45 Waktu Papua, Wakil Bupati bersama tim melanjutkan perjalanan ke gunung kabo, namun ternyata anggota TNI dan Polri sudah berada di Gunung Kabukarena pada saat itu hujan lebat sehingga  tim kembali  ke Distrik Dal.

Pada tanggal 15 Desember 2018, sekitar jam 9:25 Waktu Papua tim Evakuasi kembali melakukan pencarian ke gunung KABO,dalam perjalanan menujuke gunung yang dimaksud, tidak lama anggota Brimobmuncul dari belagangan, merekamengunakan 7 kendaraan jenis Exrada, yang hendak memberbaiki jalan menurut Dandim 1702 Kabupaten Jayawijaya.

tim yang dipimpin Wakil Bupati Nduga kembali mundur dari  perjalanan dan menuju ke Distrik Dal. Akhirnya terjadi kegagalan dalam proses pencarian jenazah.

Kondisi umum dimasyarakat di dua distrik Dal dan MBulmu yalma sedang ada dalam rasa ketakutan dan trauma  karena bagi masyarakat disana  operasi penyerangan yang dilakukan anggota meliter adalah susuatu hal yang baru bagi masyarakat setempat. Sejak tanggal 4 Desember 2018 hingga sampai tanggal 13 mereka tidak bisa bebas mencari makanan.

Masyarakat Distrik Dal dan Distrik MBulmu yalma sekitar 9 Jemaat, namun 2 gereja saja yang beraktifitas untuk beribadah, 7 diantaranya  masyakat mengungsi keluar ke hutan-hutan. Masyarakat sebagian belum masuk di tempat tinggal mereka.

Pada tanggal 14 Desember 2018 tim bertemu dengan salah satu korban yang mengalami luka tembak, atas nama Mentus Nimiangge 21 tahun,laki-laki, masyarakat sipil dalam posisi berbaringan di honai  di rumah mereka.Korban yang dimaksud ditembak oleh anggota tentara pada 4 Desember 2018, Nimiangemengalami tembakan leher Bagian Kanan dan tembuspunggung dibagian kiri, menurut keterangan saksi mata korban ditembak dari arah kantor Distrik Dal, hingga sampe ke gunung Saidlema Distrik Mbulmuyalma Kabupaten Nduga.

Setelah Wakil Bupati Kabupaten Nduga Mentius Nimiangge  melihat kondisi korban yang sangat kritis, Wakil Bupati meminta kepada Dandim 1702 Jayawijaya, untuk menghubugi helicopter, agar korbannya untuk segera di Evakuasi ke Wamena.

Wakil Bupati juga menghubunggi Setda Kabupaten Nduga, namun tidak menjawab, sehingga dalam upaya proses Evakuasi korban sudah dilakukan namun upaya tersebut gagal karena tidak ada helicopter yang bisa membantu untuk evakuasi korban. Tidak dalam kemudian mendengar saudara korban telah menghembuskan  napasnya pada pukul 14:30 WIT tanggal 15 Desember 2018.

Ke Empat (4) Anak dan 1 orang Tua hilang

Bertemu dengan salah satu saksi di Distrik Bulmu yalma ia menyampaikan Distrik Bulmu yalma ada 4 anak dan 1 orang tua yang telah hilang  sejak dari tanggal 4 Desember 2018 hingga sampai hari ini belum  kembali-kembali ke rumah.

Mereka itu keluar  dari rumah pada tanggal 4 Desember 2018, saat aparat operasilewat udara mereka rasa takut ketika helicopter berputar di udara, dan bagi mereka baru melihat helicopter, apa lagi mereka mendengar bunyi tembakan, sehingga mereka melarikan diri ke hutan untuk berlindung. Namun mereka belum kembali sampai sekarang.

Tempat bersembunyiananak dan orang tua 1 orang belumdiketahui oleh keluarga dan orang tua, orang tua telah kehilangan akal dan pingung kemana mereka pergi.

Table I.  4 Anak dan 1 orang Tua yang hilang

No
Nama
Umur
Jk
K e t e r a n g a n
1
Leniut Gwijangge
19 tahun
Laki-laki
Sejak kejadian serangan Leniut keluar dari rumah namun kini sampai hari ini  belum ditemukan
2.
Imanus Nimiangge
21 Tahun
Laki-laki
Sejak kejadian serangan  Imanus keluar dari rumah namun kini sampai hari ini  belum ditemukan
3.
Anol  Nimiangge
15 Tahun
Laki-laki
Sejak terjadi serangan   Anol keluar dari rumah namiun kini sampai hari ini  belum ditemukan
4.
Netes Nimiangge
 16 Tahun
Laki-laki
Sejak terjadi serangan  Netes keluar dari rumah namiun kini sampai hari ini  belum ditemukan
5.
Alinus Nimiangge
40 Tahun
Laki-laki
Sejak kejadian seranganAlnus keluar dari rumah namiun kini sampai hari ini  belum ditemukan


Nama-nama Korban tanggal 4 Desember 2018, Distrik Mbuwa 2 Orang, Distrik Dal 1 Orang dan Distrik MBulmu Yalma 1 Orang, semua telah meninggal dunia, setelah mengenai tima panas dan 1 orang strok setelah mendengar bunyi tembakan senjata.

Tabel II.  Nama-nama Korban

No
Nama
umur
J K
Pekerjaan
Keterangan



1



Nison Umangge



18 Tahun



Laki-laki



Masih Sekolah
Nison adalah salah satu korban, melalui serangan udara oleh aparat TNI  pada 4 Desember 2018. Saat itu korbanhendak melarikan diri bersembunyi di hutan. korban mengalami tima panas, Jenazah korban baru ditemukan keluarga pada tanggal  13 Desember 2018. 


2.


Mianus Lokbere


18 Tahun


Laki-laki


Masih sekolah
Mianus  adalah salah satu korban, melalui serangan udara oleh aparat TNI  pada 4 Desember 2018. Saat itu korban hendak melarikan diri bersembunyi di hutan. korban mengalami tima panas, Jenazah korban baru  ditemukan keluarga pada tanggal  13 Desember 2018.  Pada pagi hari



3.


Mentus Nimiangge


21 Tahun


Laki-laki


Petani
Mentus adalah masyarakat sipil biasa pekerjaan sehari-hari adalah petani, ia Mengalami luka tembakan leher dibagian kanan dan tembus punggung dibagian kiri, kejadian penembakan terhadap korban terjadi pada tanggal 4 Desember 2018, dan meninggal dunia tanggal 15 Demsember 2018.

4.

Yarion Kogoya

58 tahun

Laki-laki

Petani
Jerion Kogoya Keluar dari rumah, kemudian mendengar buyi tembakan lalu strok dan meninggal ditempat


Tabel berikut ini nama-nama Masyarakat dari Gereja yang mengunggsi ke hutan, dan sebagian belum kembali, sebagian saja yang telah kembali, ada kembali karena setelah tim Evakuasi Kabupaten Nduga turun ke tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tabel III. Nama-Nama GerejaKlasis Dal dan MBulmu Yalma

No
Nama Jemaat
Kordinator
Keterangan
1.
Uburu




  N D U G A

Pada saat peristiwa 7 jemaat telah mengungsi melarikan diri bersembunyi di Hutan, namun setelah tim Evakuasi kembali ke Nduga, semuanya telah kembali ke jemaat masing-masing hanya ada beberapa anggota jemaat yang mengungsi ke Wamena
2.
Berambel
3.
Waruma
4.
Bambogid
5.
Pilipi
6.
Epesus
7.
Mitsoma
8.
Dal
9.
Silan
10.
Yeriko


Keterangan saksi

Tanggal 2 Desember 2018,  hari minggu sekitar jam 12:30, bersama dengan teman-teman sedangmain Bola Voly, sekitar di halaman Gereja Dal.Sementara  beberapa ibulewat dari kantor Distrik Daldan sampaikan kepada mereka yang sedang main bola voly  bahwa di Gunung  Kabo terjadi pembunuhan.
Waktu yang sama anak-anak berteriak bahwa ada peristiwa pembunhan, setelah  mendengar teriakan dan informasih dari Ibu-ibu, mereka yang sedang bermain bola ituberlari-lari dan menuju ke TKP Tempat Kejadian Perkara sampaitiba disana, mereka bertemu dengan seorang laki-laki warga Non Papua yang sedang ada dalam keadaan telanjang yang melarikan diri dari gunung Kabo. 

Setelah bertemu dengan sesorang yang dalam keadaan telanjang itu dan kemudian saudara tersebut diajak untuk  ikut bersama dengan merekalalu menuju  ke distrik Dal,  sampai tiba disitrik Dal mereka beri dia makan dan minum serta memberikan bajunya.

Setelah dia tenang mereka  mengajak saudara tersebut untuk melaporkan diri ke Pos TNI Mbuwa, sehingga sore itu juga  saudara EG bersama beberapa rekanya termasuk korban  melaporkan diri lalumenyerahkan saudara tersebut kepada anggota di Pos Tentara di Distrik Mbuwa, sekaligus melaporkan peristiwa yang terjadi di disekitar Gunung Kabo.

Dalam berjalanan menuju ke Pos Tentara di Distrik Mbuwamasyarakat sempat menanyakan  kepada saudara tersebut, dia mengatakan kami dari PT. Istaka karya  ada sekitar  25 orang  yang bekerja di jembatan.

Kami dari 25 orang itu semuanya diikat tangannya lalu kami di bawah ke gunung Kabo, saya salah satunya diantara mereka.Namun saya melarikan diri bersama dengan teman-teman, saya meloloskan diri tetapi saya tidak tau nasip teman-teman saya yang lain,  apakah mereka juga dibunuh atau tidak ? Karena kami rasa takut kami ad sekitar 16 orang yang melarikan diri kearah Mbuwa, dan 9 orang lainya  melarikan diri kearah Distrik Jigi.

Menurut korban mereka yang melarikan diri kearah Mbuwa semua ditembak mati, hanya saya yang selamat  dan 9 orang yang lainya melarikan diri ke kearah jigi, mereka lari masing-masing dan terpencar-pencar,  apa yang terjadi terhadap mereka  saya belum  bisa pastikan apakah mereka itu masih  hidup atau sudah di tembak mati. Karena pada saat itu kami lari sendiri-sendiri sehingga kondisi mereka saya tidak bisa memastikan.

Korban  mengaku dirinya bergabung dengan  mereka yang melarikan diri ke arah Distrik Jigi, namun saya mencari cela lalu melarikan diri kearah Mbuwa.

Waktu masyarakat serahkan saudara tersebut kePos Tentara di Mbuwa, anggota mengarahkan  saudara tersebut masuk dalam ruangan untuk dimintai keterangan, danmasyarakat yang lainya  disuruh tunggu di halaman  pos yang dimaksud.

Setelah saksi korban dimintai keterangan,anggota menyampaikan kepada masyarakat  bahwa ada 4 orang lagi yang harus dicari, Kalau Bapak mereka bertemu dengan mereka tolong  bawah kepada kami. Setelah masyarakat diminta mencari 4 orang lagi, dan kemudian mereka pulang kembali ke  Distrik Dal.

Pada malam itu juga  seorang pendeta bertemu dengan salah satu masyarakat Non Papua, dan di antar langsung ke pos Mbuwa, dan melaporkan serta menyerahkan saudara tersebut kepada pos tentara.
Sekitar jam 5 Subuh ada dua orang masyarakat Non Papua turun dari arah hutan dekat dengan gereja, saya sempat tanya kepada merkakamu dari mana ?kami trauma jadi tidak bisa bicara, kami bersalaman dengan mereka kasian  tangan mereka gram sekali katanya.

Ke dua saudara tersebut mau diantar ke Pos Mbuwa, namun karena terjadi kontak senjata antara OPM dan TNI  sehingga masyarakat  tidak sempat antar kedua saudara tersebut,dengan situasi yang sangat tidak memungkinkan masyarakat sembunyikan dan mengamankan mereka di salah satu kampung distrik Bulmuyalma.

Waktu kejadian itu masyarakat dan beberapa pemuda serta hamba Tuhan sepakat naik ke gunung  Kabountuk evakuasi Jenazah, namun diantara mereka terjadi baku tawar menawar. Sehingga masyarakat sepakat akan melakukan survey saja tempat dimana korban sedang berada, setelah survey dan pastikan Jenazah ada di mana dan kemudian hendak  melaporkan kepada pihak Tentara di Pos.
Dalam diskusi yang dibangun masyarakat telah disepakati akan naik ke Gunung Kabo dan melanjutkan perjalanan kesana, namun OPM serang masyarakat yang hendak melakukan survey itu, OPM kembali mengancam masyarakat, apa bila kamu mengambil jenazah ini kami akan potong kaki kalian lebih baik kalian pulang saja katanya.

Karena masyarakat diancam dari OPM.Sehingga masyarakat pulang kembali ke distrik Dal lalu melanjutkan perjalanan menuju ke DistrikMbuwa melaporkan situasi yang terjadi pada saat itu kepada anggotatentara di Pos Mbuwa.

Masyarakat menjelaskan situasi yang terjadi  di TKP bahwa Jenazah susah untuk evakuasi, karena OPM sedang berjaga-jaga dengan sangat ketat. Sehingga susah mengambil atau menjemput korban-korban di gunung.

Setelah masyarakat  sampaikankondisi terakhir di Pos Mbuwa, masyarakat juga diancam oleh anggota  tentara yang bertugas pada saat itu, dengan kata-kata  “ sama saja mereka yang di bunuh juga adalah masyarakat sipil biasa jadi kami juga akan membalas membunuh kalian “ Karena  masyarakat rasa takut dengan ancaman yang dimaksud,malam itu juga masyarakat kembali pulang berjalan kaki menuju ke kampung  Dal, sekitar jam 10 :00 Malam asyarakat kembali di Distrik Dal.
Setelah Egen dan kawan-kawan kembali dari pos Mbuwa melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat, terkait dengan kejadian ini kalau masyarakat rasa takut bisa menggunsi keluar dan sembunyi di hutan, tergantung dari  Bapak mereka saja, mau menggungsi atau tinggal itu pilihan Bapak-Bapak.

Tanggal 4 Desember 2018, masyarakat yang ada di distrik Dal dan Distrik Mbulmuyalma semuanya mulai mengungsi keluar dan bersembunyi  kehutan.

Menurut keterangan saksi Bom  yangditurunkan itu ia  sempat nonton, anggota mengunakan helicopter milik tentara helicopter yang dimaksud ada sekitar 4 pesawat yang berputar disekitar gunung Kabo.  Bom yang diturunkan meledak dan berasap, Bom yang dimaksud dilempar dari dalam pesawat.

Keterangan saksi ini dapat membenarkan pada tanggal 21 Desember 2018,  hendak berangkat ke jayapura dengan sesorang masyarakat non Papua yang menyembunyikan identitasnya mengatakan kepada Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem di dalam pesawat ketika duduk berdampingan ia mengatakan memang beberapa ibu menyelamatkan orang yang waktu itu dalam keadaan telanjang, yang sedang turun dari arah gunung Kabo dan kemudian saudara tersebut dilindungi oleh masyarakat dari distrik DAL kemudian mengamankan dia ke Pos Batalion 756 di Mbuwa.

Keterangan Saksi

Menurut keterangan saksi yang tidak mau menyebutkan dalam laporan ini mengatakan masyarakat Mbuwa belum tau perang Negara kami hanya tau perang suku saja. kami baru mengalami pada tahun ini dan bulan desember 2018, masyarakat  dari Distrik Mbulmuyalma dan distrik Dal semuanyatelah mengungsi  keluar di hutan mereka tidak ada lagi di kampung-kampung termasuk kami tetapi karena hari ini ada saudara yang telah meniinggal, sehingga kami kembali datang ke kampung ini untuk melakukan pemakaman.

Setelah melakukan pemakaman kami akan kembali ke hutan, karena anak-anak kami sedang bersembunyi di hutan. Kita yang lain bersembunyi dan pantau anggota. Masalah yang terjadi ini kami semuan tidak tau, pemerintah Nduga juga sama sekali tidak tau masalah ini terjadi tiba-tiba, Perlu ketahui bahwa masyarakat yang ada di Mbuwa, Dal dan Mbulmuyalma tidak pernah melihat helicopter, 4 Helikoter yang berputar di atas udaralalu turunkan Bom menurut keterangan saksi Mereka bersembunyi selama dua minggu di hutan kemudian setelah masyarakat mendengar karena Wakil Bupati masuk sehingga mereka kembali dari hutan.

Selama mereka sedang ada dalam pengungsian anak-anak mengalami kelaparan yang luar biasa mereka susah makan, tempat dimana mereka tersembunyi memang tidak ada makanan. Anak-anak hanya minum asi ibu saja. karena mereka tidak makan dengan baik sehingga anak-anak mereka banyak yang mengalami sakit dan pusing gara-gara tidak makan.

selamamereka berada dua minggu di hutan tidak dapat makan dengan baik, sehingga anak-anak kami mengalami sakit, anak-anak hanya minun air saja.

Jadi selama kami masih sedang mengungsi di luar , kami tidak bisa makan dengan baik, hidup juga tidak tenang kami selalu mengalami rasa trauma, karena pada tanggal itu anggota mengunanakan helcopter dan menurunkan Bom dari udara.

Rumah yang di hanciurkan di Distrik DAL

No
Foto
Distrik
Keterangan






1.
 











  
Pintu rumah warga di Distrik Dal dihancutkan oleh TNI & Bromop





2.






 Dal





Barang-barang yang ada di kamar di hamburkan begitu saja


Proses pencarian 4 Jenazah Warga Non Papua yang hilang

Tim Evakuasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bapak Wentius Nimiangga tiba di Distrik Mbuwa dan melakukan pertemuan dengan semua pihak, yang ada disana Dandim 1702 Jayawijaya, Pimpinan Gereja, LSM, MRP, Mahasiwa termasuk masyarakat setempat.

Wakil Bupati Kabupaten Nduga  dan Ketua DPRD Kabupaten Nduga sampaikan kepada Dandim 1702 bahwa dalam proses pencarian 4 Jenazah diharapkan tidak melibatkan anggota TNI ( Militer ) dan POLRI, kalau anggota terlibat dalam proses pencarian maka kita bisa gagal dalam proses pencarian.

Dihawatikan Karena bisa terjadi bakukontak senjata antara kedua belah pihak.sehingga kita akan gagal dalam proses pencariannya, namun Dandim 1702, tidak mengindakan tawaran yang disampaikan Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Nduga.

Nada yang sama juga disampaikan oleh Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua( Pemerhati HAM Internasional)  Theo Hesegem. Sampaikan kepada Dandim 1702 Jayawijaya di gedung Gereja Imanuel.Namun Dandim 1702 tidak mengindakan kesepakatan yang dimaksud, lalu Dandim bersama anggota menyusul ke Distrik Dal, sedangkan anggota Brimob langsung menuju ke  Distrik Jigi. Dihadang oleh Brimob.

Dengan segala kehawatin tim Evakuasi korban akhirnya, tim kembali mundur dari Gunung Kabo, akhirnya tidak melakukan pencarian 4 jenzah yang dimaksud, menurut saya tim evakuasi yang dipimpin langsung, Wakil Bupati Kabupaten Nduga tidak gagal dalam proses pencariannya tetapi telah digagalkan, oleh anggota Brimob dan TNI.

Tanggal 15 Desember 2018, Wakil Bupati Nduga bersama beberapa Orang melanjutkan berjalanan ke Gunung Kabo, sampai tiba disana, susuh untuk mencari karena hujan dan sudah malam.Akhirnya Bupati dan rombongan kembali dari gunung Kabo ke Distrik Dal.

Pada Tanggal 16 Desember 2018, sekitar pukul 9:30 WP Tim Evakuasi Kabupaten Nduga kembali melakukan pencarian  4 Jenazah  yang dicurigakan hilang di Gunung Kabo, sampai ke gunung Kabo tiba-tiba anggota Brimob datang dari Distrik Mbuwa dengan 7 kendaraan roda empat, lalu melanjutkan perjalanan menuju ke Distrik Jigi.

Tabel Bentuk-Bentuk tindakan


Kondisi Pendidikan dan Kesehatan.

A.    Pendidikan

Setelah terjadi peristiwa tanggal 2 Desember 2018, proses pelajar mengajar tingkat SD,SMP, dan SMA tidak dapat berjalan

B.    Kesehatan
 .
1.      Pelayanan kesehatan di distrik Mbuwa, Dal, dan Mbulmu yalma tidak berjalan  sehingga anak-anak mengalami sakit di tempat pengungsian tidak ada pelayanan kesehatan .
2.      Korban yang mengalami tembakan atas nama Mentius Nimiangge, tidak mendapat pelayanan kesehatan yang layak, sehingga korban menderita selama satu minggu enam hari dan kemudian pada tanggal 15 Desember 2018, pukul 14-30 Wit korban menghembuskan napasnya yang terakhir.

Laporan Tambahan:

1.             Pada tanggal 14 terjadi penyerangan lewat udara dan darat di daerah Jigi dianataranya Distrik Jigi, Iniknggal dan Nitkuri yang mengakibatkan warga masyarakat Sipil mengungsi besar-besaran ke hutan dan ke beberapa Kabupaten terdekat dari distrik tersebut diatas.

2.             Laporan korban dari wilayah Jigi, Yal, Mugi, Mam, Kagayem, Koroptak, Mapenduma, Paro, Yenggelo, kilmid, Geselema, Meborok kami belum bisa pastikan, oleh Karena sampai saat ini masih dalam Operasi Militer. Kami dari Lebaga Advokasi hak asasimanusia Internasional (Lead ham International) tarik kembali pasukan berbagai tempat  turukan  8 distrik masyarakat tambah jau tidak mau kembali kerumah kerena ketakutan dan rasa kemanusia wi  tagapan berbagai pihak harus tagapan berbagai Lembaga tangani keseriusan nya.

FOTO-FOTO KEGIATAN

Proses pembentukan Tim Evakuasi Pemerintah Nduga, dipimpin oleh Ikabus Gwijangge  anggota DPRD Kabupaten Nduga



 Wakil Bupati Kabupaten Nduga Wentius Nimianggebersama Anggota Tim Evakuasi Kemanusiaan Nduga Melakukan pertemuan sebelum di Gereja GKIP Weneroma

Wakil Bupati Kabupaten Nduga Wentius Nimiangge  menyampaikan pengarahan Kepada masyarakat  Ndugauntuk mendukung dalam doa 

Perjalanan  Tim Evakuasi Kemanusiaan di Kabupaten Nduga, Distrik Mbuwa, Dal dan Mbulmu Yalma.



Wakil Bupati Kabupaten Nduga Wentius Nimiangge, Dandim 1702 Jayawijaya, anggota MRP Luis Madai, Direktur YKKMP Theo Hesegem, Wakil Ketua Sinode Kingmi Erson Wenda, Menyampaikan sambutan kepada masyarakat Nduga.



Jenazah Nison  Lokbere ditemukan dibekas kebun  Kemetngga, pada tanggal 14 Desember 2018,




   Proses Evakuasi Jenazah Nison Elokbere, Dalam proses acara pemakaman Nison di halaman rumah




 Dalam proses Acara Pemakaman Nison Lokbere, disaksikan, Wakil Bupati Kabupaten Nduga Entius Nimiangge dan Dandim 1702  Jayawijaya





Tempat pemakaman Yarion Kogoya, di Distrik Dal, Korban kaget struk dan meninggal setelah mendengar bunyi tembakan
  


Wakil Bupati Kabupaten Nduga Wentius Nimiangge, Berbincang-bincang dengan Dandim 1702 Jayawijaya, setelah Wakil Bupati turun dari gunung Kabo Distrik Dal
  

 Wakil Bupati Kabupaten Nduga Mentius Nimiangge Ketua DPRD Anti Gwijangge,  Ketua Tim Pdt. Elaser Tabuni sedang Melakukan pertemuan dengan masyarakat distrik Dal dan distrik Mbulmu Yalma



Perjalanan menuju ke gunung Kabo untuk mencari 4 Jenazah yang hilang, Agota DPRD Nduga,  Yikabus Gwijangge & Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pemerhati HAM,  Lembaga Advokasi hak asasi manusia Internasional (Leadham International) 


Tim Evakuasi Pemda Nduga Bersama Wakil,  Ketua Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua Pdt. Erson Wenda
  


    Acara pemakaman Mentus Nimiangge, Mbulmu yalma Distrik Mbulmu Yalma


          

 Tim Evakuasi Kabupaten Nduga terdiri dari:

1    1. Pemerintah Kabupaten Nduga
2. Dewan Perwakilan Rayat Kabupaten Nduga
3. Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua
4. Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua ( Pemerhati HAM )
5. Anggota Majelis Rayat Papua
6. Intelektual suku Nduga
7. Mahasiswa dan Pemuda
8. Tokoh Perempuan ( Pemerhati HAM ) Kabupaten Nduga
9. Lembaga advokasi hak asasi manusia  Internasional ( LEAD HAM ITERNATIONAL )


   Laporan Format Pdt silahkan Donwload disini www.psmnews.org 



Share this article :

Terima kasih atas kunjungan anda, Please Comment with Facebook #By PL

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Translate

Pengunjung

Please Subscribers Channel Youtube

My Channel Youtube

Postingan Populer

 
Support : Creating Website | Pilok | Psmnews Template
Proudly powered by psmnews.org
Copyright © 2011. Psm News West Papua Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Owen Template